Skip to content

Azab Selepas Mengusir Anak Yatim dari Masjid [Video]

Artikel ini telah dibaca 366Kali!

Masjid adalah rumah Allah di muka bumi.
Tempat orang yang dalam kesempitan berlindung, tempat musafir menumpang tidur, tempat anak yatim mencari ketenangan, tempat hamba yang letih meletakkan kepalanya di atas sajadah harapan.

Tapi di sebuah masjid di Sibolga, seorang pemuda miskin dibunuh hanya kerana tidur di serambi.
Kurang sebulan kemudian, masjid-masjid yang sama menjadi satu-satunya tempat perlindungan ribuan nyawa yang selamat dari banjir azab.

Allah telah berbicara melalui dua kejadian yang berdekatan ini — dengan bahasa yang hanya hati yang masih hidup dapat memahaminya.

Berikut kisah benar yang berlaku di akhir tahun 2025… kisah tentang masjid, tentang manusia, dan tentang tanda-tanda kekuasaan-Nya.

Tragedi di Rumah Allah

Pada 31 Oktober 2025, seorang pemuda yatim bernama Arjuna Tamaraya (21), nelayan miskin dari Simeulue, hanya ingin menumpang tidur di serambi Masjid Agung Sibolga setelah seharian bekerja.

Namun lima orang warga “bertopeng syaitan” memukulinya hingga tewas: kepala dihantam batok kelapa, diseret di anak tangga, diinjak-injak, dilempar buah kelapa, dan uang terakhirnya Rp10.000 pun dirampas.

“Masjid adalah rumah Allah, tempat berlindung orang yang dalam kesusahan.”

Polisi menegaskan: tidak ada larangan tidur di teras masjid. Rasulullah SAW pernah membiarkan seorang Badui tidur di masjid hingga pagi.

Bencana Besar 25–30 November 2025

Belum genap sebulan kemudian, Allah kirimkan banjir bandang dan tanah longsor terdahsyat di Sumatera Utara, termasuk Sibolga dan Tapanuli.

Lebih 290 jiwa meninggal, ratusan hilang, lebih 540.000 mengungsi. Rumah hancur, jalan putus, masjid-masjid terendam lumpur.

Kini ribuan warga yang kehilangan rumah justru mengungsi ke masjid-masjid — termasuk Masjid Agung Sibolga.

Baca Juga  [Video] Hasil Tular Tindakan Dera Anjing Telah Di Ambil Tindakan

Serambi tempat Arjuna dipukuli hingga berdarah, kini menjadi tempat anak kecil tidur beralas tikar, ibu menangis kehilangan suami, dan lansia yang tak punya lagi tempat berteduh.

Allah Telah Menunjukkan Siapa yang Berhak Berlindung di Rumah-Nya

“Dan masjid-masjid itu adalah kepunyaan Allah, maka janganlah kamu menyembah seorang pun di dalamnya selain kepada Allah.”
(QS. Al-Jinn: 18)

Masjid adalah tempat orang miskin, musafir, anak yatim, dan siapa saja yang dalam kesempitan — bukan tempat untuk sombong, mengusir, apalagi membunuh.

Semoga darah Arjuna Tamaraya dan air mata ribuan korban banjir menjadi pengingat besar bagi kita semua.

Semoga Allah ampunkan kita dan kembalikan masjid-masjid sebagai rahmat bagi seluruh alam.

Iklan dan Penafian

📢 Dapatkan Berita Terkini!

Jangan ketinggalan maklumat penting dan kemas kini menarik! Sertai saluran rasmi kami untuk berita, info semasa, dan kempen terkini terus ke telefon anda.

🟢 WhatsApp Sertai Sekarang!

Maklumat dalam siaran ini adalah untuk tujuan umum dan tidak menggantikan nasihat profesional.